
Kitab
ini ini ditulis atas permintaan Sultan Tahmidullah bin Sultan Tamjidullah pada tahun
1193 Hijriah bertepatan tahun 1779 Masihi. Penulisan kitab ini mengambil masa
selama lebih kurang dua tahun. Kandungan kitab ini membicarakan permasalahan
ilmu fiqh dalam mazhab Syafi’i, khususnya dalam bidang ibadat. Syaikh Muhammad
Arsyad al-Banjari menyusun kitab ini dengan merujuk kepada beberapa buah kitab
yang muktabar dalam mazhab Syafi’i, seperti Syarh al-Manhaj oleh Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari (926H), Mughni al-Muhtaj oleh Syaikh
Muhammad Khatib Syarbaini (977H), Tuhfah al-Muhtaj oleh Syaikh
Ibnu Hajar al-Haitami (973H), Nihayah al-Muhtaj oleh Syaikh
Jamal al-Ramli (1004H) dan beberapa buah matan, syarah dan komentar (hasyiah)
lainnya.
Kitab Sabil al Muhtadin terdiri dari 2 (dua) juz. Kedua-dua juz ini merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Bahkan ada topik yang dibicarakan pada akhir juz pertama diselesaikan pembahasannya pada juz kedua. Pembahagian isi dalam Sabil al Muhtadin ini dinyatakan dengan istilah kitab-kitab. Keseluruhannya ada 8 (lapan) kitab, iaitu:
Kitab Sabil al Muhtadin terdiri dari 2 (dua) juz. Kedua-dua juz ini merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Bahkan ada topik yang dibicarakan pada akhir juz pertama diselesaikan pembahasannya pada juz kedua. Pembahagian isi dalam Sabil al Muhtadin ini dinyatakan dengan istilah kitab-kitab. Keseluruhannya ada 8 (lapan) kitab, iaitu:
- Kitab al-Taharah, yakni suatu kitab yang menyatakan tentang bersuci.
- Kitab al-Shalah, yakni kitab yang menyatakan tentang shalat.
- Kitab al-Zakat, yakni kitab yang menyatakan hukum zakat.
- Kitab al-Shiyam, yakni kitab yang menyatakan puasa.
- Kitab al-I'tikaf, yakni kitab yang menyatakan i'tikaf atau berhenti di dalam masjid.
- Kitab al-Haji wa al-‘Umrah, yakni kitab pada menyatakan haji dan umrah.
- Kitab al-Shaid wa al-Dzaba-ih, yakni kitab pada menyatakan hukum binatang perburuan dan sekalian yang disembelih.
- Kitab al-Ith'amah, yakni kitab pada menyatakan barang yang halal dan barang yang haram memakannya.
Dalam
beberapa tulisan tentang kehidupan ulama besar dari daerah Kalimantan Selatan
ini, disebutkan bahawa penyebaran kitab Sabil al Muhtadin ini dimulai dari
ruang pengajian Syaikh Muhammad Arsyad sendiri di Kampung Dalam Pagar (sebuah
kampung di Martapura). Di mana berlakunya aktiviti penyalinan kitab Sabil
al-Muhtadin dari naskah aslinya oleh murid-murid Syaikh Muhammad Arsyad
sendiri. Kemudian naskah itu dibawa orang ke Makkah, di sana dilakukan penyalinan
semula oleh para penuntut ilmu. Kitab ini kemudiannya menjadi terkenal di kalangan
para penuntut ilmu di Makkah, apabila ia menjadi teks pengajian fiqh mazhab
Syafi’i bagi para penuntut yang berbahasa Melayu yang berasal dari berbagai
daerah di Nusantara (baca: Asia Tenggara).
Kitab Sabil al-Muhtadin dicetak pertama kali pada tahun 1300 Hijriah atau tahun 1882
Masihi serentak di tiga tempat, iaitu di Makkah, Istambul dan Mesir, dengan
pentashihan al-‘Allamah Syaikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani, seorang ulama
yang terkenal berasal dari Patani (Thailand) yang mengajar di Makkah pada waktu
itu. Dengan adanya cetakan ini maka Sabilal Muhtadin lebih tersebar dan
terkenal di Asia Tenggara. Bahkan menurut keterangan penuntut-penuntut ilmu di
Makkah sampai waktu itu masih banyak yang mempelajari Sabil al-Muhtadin sebelum
mereka dapat membaca kitab berbahasa Arab.
Sebagai
perkongsian, kitab Sabil al-Mutadin ini sudah ada yang diterbitkan dalam versi
tulisan rumi untuk memudahkan para pelajar dan masyarakat membaca dan
mempelajari isi kandungannya. Terdapat beberapa cetakan oleh pelbagai penerbit
samada di Indonesia, maupun di Malaysia. Sekadar contoh, kitab Sabil al-Muhtadin
ini ada diterbitkan oleh Syarikat Jahabersa, Johor Bahru.
Semoga
bermanfaat.
assalam,boleh saya dapatkan pdf kitab ini?
ReplyDeleteAssalamualaikum . Bolehkah saya mengunduh dan memiliki kitab ini dlm bentuk pdf atau file yg bisa di buka lewat hp ?
ReplyDeleteassalamualaikum wwb.bagaimana cara downloud kitab nya....?
ReplyDeleteboleh saya dapat dalam bentuk pdf
ReplyDeleteterimakasih atas partisipasi dan kerjasama yang baik, moga- moga amal kebajikan di terima Allah yang Maha kuasa Aamin
ReplyDelete