Friday, November 23, 2012

Bada'i al-Zuhur fu Waqa'i al-Duhur

 
Kitab Bada’i al-Zuhur fi Waqa’i al-Duhur  merupakan hasil karya Ibn Iyas, seorang sejarawan Mesir dan seorang murid kepada al-Hafiz Jalaluddin Abdul Rahman al-Sayuthi (911H). Nama lengkapnya ialah  Abu al-Barakat Muhammad bin Ahmad bin Iyas, yang lahir di Kaherah pada tahun 852H / 1448M dan meninggal pada tahun 930H / 1524M.  Ia sezaman dengan Ibn Taghri Birdi, Abu al-Mahasin Yusuf (1411-1470M), penyusun kitab al-Nujum al-Zahirah fi Muluk Mishr wa-al-Qahirah yang sangat terkenal itu.
 
Kitab Bada’i al-Zuhur fi Waqa’i al-Duhur adalah sebuah kitab yang membicarakan tentang pelbagai kejadian dan kisah para nabi terdahulu. Dalam pengantarnya, Ibn Iyas mengatakan: “…maka saya menulis tentang kejadian dan kisah hidup para nabi, dan memilih kisah-kisah yang paling mengesankan…..”. Beliau menyatakan bahawa pemilihan peristiwa dan kisah perjalanan hidup para nabi terdahulu bagi mengisi kandungan kitabnya sebagai pengajaran bagi orang-orang yang berakal.

Di samping itu, beliau menegaskan tidak mungkin semua kisah dan peristiwa  para nabi dapat dipelajari semuanya. Sebagaimana dikatakan: “Tak ada seorang pun yang mampu menguasai seluruh ilmu, meski ia mempelajarinya selama seribu tahun. Sebab ilmu itu laksana lautan yang bergelombang, karenanya ambil segala sesuatu yang bisa membuat kebaikan”.
 
Dalam kitab tersebut, Ibn Iyas memulai dengan menyebut tentang peristiwa permulaan kejadian makhluk. Ia mengutip sebuah riwayat Imam Ahmad bin Hanbal yang terdapat di dalam Musnad-nya dari Amir al-‘Uqaili ra, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah saw: ‘Di mana Tuhan kami sebelum menciptakan langit dan bumi? Rasulullah saw pun menjawab: ‘Ia berada di awan (ghamam) yang di atas dan bawahnya adalah udara (hawa`), kemudian Ia menciptakan ‘arsy di atas air”.
 
Selanjutnya pada halaman-halamana berikutnya, Ibn Iyas mengemukakan tentang riwayat-riwayat tentang salji dan ais. Seperti riwayat Ibn Abbas yang menyebutkan bahawa Allah SWT telah menciptakan di langit gunung-gunung yang terbuat dari salji dan ais sebagaimana Allah SWT menciptakan di bumi gunung-gunung dari batu. Riwayat ini senada dengan firman Allah SWT: “Dan Allah SWT (juga) menurunkan (butiran-butiran) ais dari langit, (iaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung” (al-Nur: 43).

Dalam konteks ini, Ibn Iyas juga mengutip pernyataan Ibn al-Jauzi yang terdapat di dalam pelbagai karyanya. Menurut penuturan Ibn al-Jauzi, pada abad kelima hijriyah pernah terjadi peristiwa yang amat mengerikan di sebagai belahan bumi sebelah barat, iaitu hujan ais dengan butiran-butiran yang sangat besar. Peristiwa ini telah banyak memakan korban jiwa yang sangat banyak, mulai dari manusia sampai binatang.

Di tempat lain, Ibn Iyas juga menjelaskan tentang bahagian-bahagian dunia. Yang menarik dalam hal ini, ia mengutip pendapat Hermes yang menyatakan bahawa dunia itu ada tujuh bahagian,  iaitu untuk Turki, Arab, Parsi, Sudan, sedang tiga bahagian lainnya untuk Ya’juk dan Makjuj.

Tidak lupa Ibn Iyas juga menerangkan tentang sungai-sungai. Di antara sungai-sungai yang terkenal ialah sungai Sihan, Jihan, Furat, Tigris, dan sungai Nil. Kononnya, orang yang menggali dan mengalirkan air dari sungai Furat  ke sungai Tigris adalah nabi Daniel.

Dan menurut beberapa hukama`, bahwa meminum air sungai Tigris boleh melemahkan syahwat laki-laki dan bagi perempuan boleh menambahkan ghairahnya. Sedang salah satu dari keajaiban sungai Nil adalah adanya kuda nil yang hidup di sana.

Dalam kitab ini juga dikemukakan tentang kisah-kisah para nabi terdahulu dan di akhiri dengan kisah turunnya nabi Isa ke muka bumi. Apa yang dipaparkan Ibn Iyas dalam kitabnya memang masih perlu untuk dipersoalkan kebenarannya.

Tidak sedikit kejadian dan kisah-kisah yang dipaparkan dalamnya perlu untuk dipersoalkan, tetapi tulisan ini bukan untuk mempersoalkan kebenaran kejadian dan kisah-kisah yang dikemukakan Ibn Iyas. Tulisan singkat ini hanya mencuba memperkenalkan serba sedikit isi kandungan kitab ini  untuk dikongsi bersama. Dengan membaca kitab ini akan membawa kita ke zaman dan dunia yang sangat jauh. Berdasarkan cetakan Dar al-Fikr Beirut, t.t - tebal kitab ini adalah 197 halaman.
 
Artikel ini dipetik dan diubahsuai dari pautan http://www.aliyahromu.com/2011/07/badai-az-zuhur-fi-waqai-ad-duhur.html
 

3 comments:

  1. Tlg skalian diangkat, yg perlu dimusykilkan yang mana? Bab, hal, jdul, tentng apa ?

    ReplyDelete
  2. do you have an original copy of this book? if you have an english translation it's better for me.
    Thank you.

    ReplyDelete